Niqab Squad, Komunitas Muslimah Bercadar Moderat Indonesia

Komunitas Niqab Squad berdiri sejak 2016. Seperti tercantum dalam situs resmi Niqab Squad, dijelaskan bahwa komunitas ini adalah sarana pemersatu muslimah yang telah bercadar dan ingin bercadar. Komunitas ini menerima siapa pun menjadi anggotanya tanpa memandang latar belakang seseorang. “Untuk memperkuat ukhuwah islamiah,” tulis situs resmi Niqab Squad.

Niqab Squad didirikan oleh Indadari dan sahabat-sahabatnya. Mereka membentuk beberapa divisi, mulai dari Divisi Konseling, Sosial, Pendidikan, Muamalah, Rohani, Jasmani, hingga Fashion.

Komunitas ini dibentuk untuk menepis anggapan yang menilai muslimah yang sudah hijrah dan menggunakan cadar, mempunyai perilaku tertutup dan kaku terhadap muslimah lainnya.

niqab-ummumafaza-bangil

Awal terbentuk, Niqab Squad memperoleh sambutan luar biasa. Kini jumlah anggotanya terus berkembang. Sudah ribuan anggota dan puluhan cabang di Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, Taiwan, Afrika Selatan dan lainnya.

Niqab Squad memiliki beberapa kegiatan dalam komunitas mereka yang dilakukan tanpa meninggalkan tugas utama seorang muslimah. Mulai dari pengajian, kegiatan amal berupa aksi sosial, dan kegiatan penumbuhan ekonomi dan kreatif berupa kerja sama dalam bisnis.

Anggota Niqab Squad diwarnai beragam profesi, dari pedagang, dokter, auditor keuangan, pengacara, desainer, fotografer hingga pelatih taekwondo. Mereka saling berbagi ilmu. Bergabung dengan Niqab Squad, para anggota diberi kesempatan untuk mempelajari berbagai hal hingga mengembangkan kemampuan berbisnis.

  Niqab-Squad-Pengajian

Azthry Ibrahim misalnya, berprofesi sebagai fotografer. Ia juga membagikan keahliannya pada para hijaber lain yang banyak ingin belajar memotret. Meski memakai cadar, ia mengaku tak ada kesulitan dalam menjalankan profesinya. Kebanyakan foto yang ia buat bertema kemanusiaan, panorama dan pernikahan.

Atau Arlyna, yang dalam kesehariannya berpenampilan syar’i. Namun gaya busananya ketika berniqab tidak selalu serba hitam tapi juga warna-warni. Di akun instagramnya ia terlihat kerap naik motor besar. Dengan mengenakan niqab, ia berbagi ilmu bela diri taekwondo yang digelutinya sejak lama.

Salah satu penggagas Niqab Squad, Diana Nurliana yang juga seorang fashion desainer mengaku sangat bahagia bisa berkumpul bersama para niqabis (sebutan untuk wanita yang memakai niqab atau cadar) dan saling sharing dalam acara kajian yang sering digelar. Selain kajian, para muslimah yang hadir juga bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman. Tak hanya itu, mereka juga memperluas lingkar pertemanan.

“Aku pengen mengenalkan cadar ini menjadi sunnah yang dipakai istri Rasullullah bukan sesuatu yang menakutkan. Dengan ini kalian tetap bisa berprestasi, melakukan aktivitas apa pun. Percaya dengan melakukan ini pasti akan jadi kebaikan. Pengen ngajak orang-orang jangan skeptis ya karena sering memperlihatkannya seperti itu. Isu teroris pakai niqab, kalau sudah pesakitan baru cadaran. Masyarakat sudah mendengarnya negatif. Kita pengen mencoba mengubah pandangan itu,” ungkap Diana.

Diana berharap dengan hadirnya Niqab Squad juga bisa membuka pikiran orang lain. Wanita bercadar tidak selalu kaum ekstrimis atau istri teroris tapi sama seperti wanita lainnya.

Leave a Reply